Membuang sampah pada tempatnya dan sesuai dengan jenisnya
merupakan cara kita berkontribusi dalam pengelohan sampah yang lebih baik. Selain mendukung kebersihan dan kesehatan
lingkungan, hal ini juga membantu mencegah bencana seperti banjir. Untuk itu,
biasakan diri untuk memilah sampah dan membuangnya ke tempat sampah sesuai
dengan jenis sampahnya. Sebab, ternyata ada peraturan warna tempat sampah
disesuaikan dengan jenis sampah yang akan dibuang ke dalamnya. Sampah dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa sifat dan bentuk. Tiap sifat dan bentuk
memiliki wadah dan penampungnya sendiri.
Berikut jenis tempat
sampah yang dikelompokkan berdasarkan warnanya:
Biru: Tempat sampah warna
biru khusus untuk kertas guna mempermudah proses daur ulang.
Kuning:
Tempat sampah warna kuning diisi dengan sampah anorganik. Contohnya, plastik,
kaleng, styrofoam, dan lainnya. Sampah anorganik adalah sampah atau benda yang
diciptakan oleh mesin dan baru dapat terurai di tanah selama ratusan tahun.
Sebelum terurai, sampah anorganik dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.
Hijau: Tempat sampah yang
bewarna hijau diisi dengan sampah organik. Sampah organik mencakup
sampah-sampah alami yang mudah terurai di alam seperti sisa makanan, ranting
pohon dan dedaunan. Selain itu, sampah organik juga bisa digunakan untuk bahan
pembuatan pupuk kompos.
Merah: Tempat sampah yang
berwarna merah diisi dengan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Contohnya adalah
pecahan kaca, bahan kimia, komponen elektronik.
Berdasarkan penjelasan diatas, jenis-jenis tempat sampah
yang dapat kamu temukan. Kamu juga bisa mengaplikasikan warna tersebut untuk
pengelolaan dan pengelohan sampah di rumah. Memilah sampah dapat memberikan banyak manfaat
bagi kita.
Berikut merupakan manfaat
dari memilah sampah:
- Membantu mengurangi tumpukan sampah yang biasanya rentan mengganggu kenyamanan lingkungan. Tumpukan sampah yang berlebihan kerap menutupi lajur jalan sehingga mengganggu pengguna jalan raya.
- Meminimalkan polusi udara akibat bau tak sedap sampah atau asap yang berasal dari kebiasaan membakar sampah.
- Mempermudah proses daur ulang sesuai jenis sampah. Misalnya, sampah organik (dedaunan dan sisa makanan) bisa diolah menjadi pupuk kompos atau sampah anorganik (plastik, kaleng, dan botol) dapat diolah menjadi bahan baku kemasan baru atau produk daur ulang lainnya.
- Meningkatkan nilai ekonomi sampah karena bisa menghasilkan produk daur ulang yang laku diperjualbelikan.
- Mengurangi risiko kerusakan lingkungan karena kontaminasi sampah anorganik yang sangat sulit terurai.








































